Bupati Kutim Pastikan Proyek Tahun Jamak Masuk P-APBD 2026
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman memastikan sejumlah proyek dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years (MY) masuk dalam APBD Perubahan (P-APBD) Kutim 2026. Proyek tersebut, terutama pembangunan infrastruktur jalan, dinilai masih dibutuhkan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Kepastian tersebut disampaikan Ardiansyah kepada sejumlah awak media pada 30 September 2026, setelah pengesahan P-APBD Kutim 2026.
“Masih ada beberapa, karena memang MY itu di antaranya untuk jalan yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang ini. Sandaran belum sampai ke Desa Sandaran ujung sana,” ungkap Ardiansyah kepada awak media, belum lama ini.
Bupati juga mencontohkan akses dari wilayah Muara Bengkal menuju Desa Mulungan yang saat ini juga belum masuk. “Muara Bengkal belum masuk ke ujung desa sampai ke Mulungan. Belum masuk. Jadi ini masih banyak lagi,” ujarnya.
Karena itu, Ardiansyah Sulaiman berharap dalam tiga tahun ke depan kondisi jalan di Kutim semakin mantap. Ia menargetkan tingkat kemantapan jalan dapat meningkat hingga 50 persen.
“Makanya saya berpikir mudah-mudahan dalam 3 tahun ke depan ini paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen lah. 50 persen itu sudah cukup,” katanya.
Terkait jumlah proyek tahun jamak, Ardiansyah mengaku belum mengetahui secara rinci. Ia menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang memiliki data tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Kutim bersama DPRD Kutim telah menyepakati alokasi anggaran sebesar Rp1,08 triliun untuk 13 proyek strategis dengan skema kontrak tahun jamak. Anggaran tersebut dialokasikan Rp383,9 miliar pada 2026 dan Rp697,5 miliar pada 2027.
Dana itu diarahkan ke empat sektor prioritas, yakni Bina Marga, Cipta Karya, Sumber Daya Air, dan Perhubungan. Proyeknya mencakup pembangunan serta rekonstruksi jalan dan jembatan, fasilitas publik dan air bersih, mitigasi banjir, hingga kelanjutan pembangunan Pelabuhan Umum Sangatta (Kenyamukan). (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


