Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » DLH Kutim Sebut Pelanggaran Lingkungan Selalu Ada

DLH Kutim Sebut Pelanggaran Lingkungan Selalu Ada

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA. Pelanggaran terhadap pengelolaan lingkungan pasti ada. Hanya tergantung besar kecilnya pelanggaran itu. Untuk itu, pengawasan akan lingkungan terus dilakukan, bedasarkan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup Kutim. Karena pengawasan itu berjenjang, ada yang masuk kewenangan provinsi. Demikian dikatakan Kepala Bidang Penataan DLH Kutim, Nurrahmi Asmalia mengatakan.

“Pelanggaran selalu ada. Karena itu pengawasan terus dilakukan terhadap pelaku usaha yang memiliki dokumen lingkungan serta kegiatan operasional dengan tingkat tertentu. Pengawasan dilaksanakan oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah (PPLHD). Petugas mengevaluasi pelaksanaan berbagai kewajiban yang tercantum dalam dokumen lingkungan, termasuk Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), serta UKL-UPL,” jelasnya.

Dikatakan, DLH terus mengawasi kepatuhan pelaku usaha dalam menjalankan kewajiban pengelolaan lingkungan. Mulai dari penanganan limbah oli bagi perusahan yang mengunakan mesin genset, karena itu termasuk libah bahan bahan beracun (B3). Limbah tersebut harus ditangani dengan benar agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

“JIka olinya berceceran, berarti dia tidak taat. Karena itu perlu dilakukan penanganan lebih baik,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini

Di perkebunan, seperti pengelolaan janjang kosong (jangkos). “Jangkosnya harus dikelola. Kalau dibiarkan atau ditimbun begitu saja, itu bisa berpotensi untuk kebakaran hutan dan kebakaran lahan,” katanya.

Dijelaskan, setiap dugaan pelanggaran tetap membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan penyebab dan dampaknya. Pertama dilakukan identifikasi lapangan hingga pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan.

Hasil pengawasan kemudian menjadi dasar untuk menentukan tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta untuk mengetahui kategori dampak yang ditimbulkan minor  atau mayor. (Fhany/ADV/*)

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kutim Buka Peluang Pinjaman Daerah hingga Rp2,5 Triliun

    Ketua DPRD Kutim Buka Peluang Pinjaman Daerah hingga Rp2,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, mengungkapkan adanya peluang bagi pemerintah daerah untuk melakukan pinjaman ke pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat pembiayaan pembangunan daerah. Wacana tersebut muncul seiring menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah. “Pemerintah pusat saat ini membuka peluang bagi daerah untuk melakukan pinjaman langsung ke pusat,” […]

  • Pastikan Produk Aman, Dinkes Kutim Perketat Pengawasan Obat, Makanan, dan Kosmetik

    Pastikan Produk Aman, Dinkes Kutim Perketat Pengawasan Obat, Makanan, dan Kosmetik

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) memastikan akan memperketat pengawasan peredaran obat, makanan, dan kosmetik di wilayah Kutim sepanjang tahun 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat sekaligus tindak lanjut hasil rapat koordinasi yang digelar pada awal tahun. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Juwana Sri Kurniawati, menegaskan bahwa pengawasan tersebut menjadi prioritas, […]

  • Dana RT 2025 Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Ekonomi Warga

    Dana RT 2025 Difokuskan untuk Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Ekonomi Warga

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPemdes) Kutai Timur, Muhammad Basuni, menegaskan bahwa Dana Bantuan Keuangan Desa (BanKeuDes) yang dialokasikan untuk setiap RT sebesar Rp250 juta pada tahun 2025 memiliki empat tujuan utama yang harus dipastikan realisasinya di lapangan. Ia menyebut program tersebut menjadi salah satu instrumen penting pemerintah kabupaten dalam […]

  • Mahyunadi Dorong Kajian Pompa Air Tenaga Surya untuk Pertanian Kutim

    Mahyunadi Dorong Kajian Pompa Air Tenaga Surya untuk Pertanian Kutim

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mempertimbangkan pemanf4atan teknologi energi surya sebagai alternatif pengairan lahan pertanian untuk menghadapi potensi gangguan pasokan air saat kemarau. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utam4 yang menentukan keberhasilan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah alternatif pengairan sebelum kondisi kekeringan berdampak […]

  • Syaiful Bakri Akhiri Reses di Teluk Pandan dengan Serap Aspirasi Warga

    Syaiful Bakri Akhiri Reses di Teluk Pandan dengan Serap Aspirasi Warga

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TELUK PANDAN – Anggota DPRD Kutai Timur, Syaiful Bakri, S.Pd., mengakhiri kegiatan reses dan silaturahmi di Kecamatan Teluk Pandan pada Sabtu (16/11/2024). Reses ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke daerah pemilihan (Dapil) Kutim 2, mencakup Teluk Pandan, Bengalon, Rantau Pulung, dan Sangatta Selatan. Syaiful Bakri menyampaikan bahwa Teluk Pandan menjadi lokasi ketiga dalam agenda […]

  • Ketua Fraksi Demokrat Ajak Warga Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Ketua Fraksi Demokrat Ajak Warga Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUTAI TIMUR – Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kutai Timur (Kutim), Pandi Widiarto, mengajak masyarakat untuk mendukung penuh program makan bergizi gratis (MBG). Hal itu ia sampaikan saat menggelar reses di Jalan Dayung, Gang Tenggiri, RT 42, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta. Menurutnya, program MBG tidak hanya menyangkut pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi […]

expand_less