Breaking News
light_mode
Beranda » Kalimantan Timur » Lahan Capai 4.220 Hektare, Kakao Jadi Potensi Perkebunan Unggulan Baru di Kutim

Lahan Capai 4.220 Hektare, Kakao Jadi Potensi Perkebunan Unggulan Baru di Kutim

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sangatta – Selain potensi sawit, yang sudah mendunia Kutai Timur (Kutim) juga ternyata punya potensi perkebunan lain yang cukup menjanjikan, seperti Kakao.

Kepala Dinas Perkebunan, Arief Nur Wahyuni , SPM.SC, pada sejumlah awak media belum lama ini, mengatakan bahwa di beberapa wilayah di Kutim saat ini sudah dikembangkan tanaman kakao, seperti di Kecamatan Karangan, Kaubun termasuk Teluk Pandan.

“Tidak menutup kemungkinan di kecamatan lain nantinya juga akan terus dikembangkan,” Kata Kepala Dinas Perkebunan, Arief Nur Wahyuni,

Disebutkannya, beberapa waktu lalu, kakao permentasi dari karangan sudah dikirim ke Bandung sebanyak dua ton.  Sementara dalam pameran Asosiasi pemerintah kabupaten kota (Apkasi) beberapa waktu lalu, juga telah dilakukan penandatanganan dua pesanan sampel kakao  permentasi yang diambil dari Teluk Pandan.

“Bahkan di Pangadan Baru , bahkan sudah ada cokelat siap makan yang dikelola oleh Badan usaha milik desa (Bumdes),” Ungkapnya

Sekadar diketahui, berdasarkan data, Kutim memiliki luas lahan perkebunan kakao mencapai 4.220 hektare dengan produksi ribuan ton yang tersebar di beberapa wilayah potensial seperti Kecamatan Kaubun dan Karangan dan kecamatan lainnya.

Dimana Kecamatan Kaubun seperti Desa Pengadan Baru  yang dikelola kelompok tani Kakao (Sejahtera) dan Kecamatan Karangan Ilir menjadi sentra pengembangan utama yang menghasilkan biji kakao berkualitas kompetitif.

Dengan produksi biji kakao yang cukup besar, pemerintah tengah mendorong hilirisasi produk kakao. Ini dilakukan agar petani lokal tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga memproduksi cokelat lokal untuk menambah nilai tambah produk kakao sekaligus menambah penghasilan petani. (Fhany/ADV/*)

Loading

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

    Jalur Hauling Ditutup, Truk Masuk Jalan Umum: Keselamatan Warga Desa Sekerat Terabaikan

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Aktivitas truk perusahaan yang melintas di jalan umum Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menuai keresahan serius dari masyarakat. Truk bermuatan berat tersebut dinilai mengancam keselamatan warga karena melewati kawasan permukiman yang setiap hari digunakan untuk aktivitas masyarakat. Kekhawatiran warga meningkat setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk perusahaan. Seorang […]

  • Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dunia olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki era baru. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Keolahragaan yang tengah dibahas DPRD Kutim membawa visi besar “Mendorong lahirnya industri olahraga modern yang berbasis digital dan multidisiplin”. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Keolahragaan, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa olahraga modern tidak lagi hanya berbicara soal […]

  • Kutim Raih WTP, Wabup Kasmidi Bulang “Kita sudah Kerja Keras”

    Kutim Raih WTP, Wabup Kasmidi Bulang “Kita sudah Kerja Keras”

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemkab Kutim 2022. Tentunya, hasil tersebut menjadi kabar baik yang diterima Pemkab Kutim, sebab dua tahun berturut-turut mendapatkan Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Wakil bupati Kutim Kasmidi Bulang mengucapkan terima kasih kepada seluruh […]

  • KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    KB-Kinsu Ucapkan Selamat kepada Paslon ARMI atas Keunggulan Quick Count Pilkada Kutim 2024

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur nomor urut 1, Kasmidi Bulang dan H. Kinsu (KB-Kinsu), menunjukkan sikap legawa dengan mengucapkan selamat kepada Paslon nomor urut 2, Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi (ARMI). Paslon ARMI dinyatakan unggul berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Kutai Timur 2024. Dalam pernyataan resminya, Kasmidi […]

  • 30 Persen Capaian di Legislatif – Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi

    30 Persen Capaian di Legislatif – Peran Perempuan dalam Pesta Demokrasi

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Menjelang pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang, tentu pemahaman akan pentingnya keterwakilan perempuan di kursi legislatif yakni Dewan Perwakilan Rakyat harus diraih dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Keterwakilan perempuan dalam politik saat ini masih dianggap rendah, untuk itulah diharap kesadaran dan partisipasi muncul agar mampu mencapai 30 persen peranan di politik. Dalam kegiatan sosialisasi […]

  • DBH Kutim Merosot Tajam, DPRD Lakukan Penelusuran Hingga ke Kemenkeu dan ESDM

    DBH Kutim Merosot Tajam, DPRD Lakukan Penelusuran Hingga ke Kemenkeu dan ESDM

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Penurunan drastis Dana Bagi Hasil (DBH) batu bara yang diterima Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memicu reaksi keras dari DPRD Kutim. Pasalnya, DBH tahun 2026 diperkirakan turun hingga 70 persen dan membuat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) hanya tersisa sekitar Rp4,8 triliun. Kondisi ini dinilai tidak masuk akal, mengingat Kutim merupakan daerah penghasil […]

expand_less