Jembatan Bengalon Mulai 8 Oktober Ditutup, PUPR Kutim Sudah Siapkan Jalan Alternative
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- print Cetak

Foto : Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kutim Wahasuna Aqla,
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan jalan alternative di Sepaso Selatan akibat jembatan Muara Lembak, amblas dan tidak dapat dilalui kendaraan lagi. Dimana akibat amblasnya jembatan jalan nasional, sejak 8 September ada surat penutupan jalan, paling lambat 12 September nanti. Akibatnya, lalulintas harus dialihkan ke jalan alternative di Sepaso Selatan, yang merupakan jalan desa.
Untuk penanganan jalan alternative tersebut, pemerintah Kutai Timur membentuk tim terpadu, yang melibatkan berbagai pihak. Dimana di dalam tim tersebut Dinas PUPR terlibat sebagai tim teknis. Sementara tim terpadu, yang akan menujuk anggota tim lain untuk menyiapkan berbagai kebutuhan lainnya. Demikian dikatakan Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Kutim Wahasuna Aqla, St MM.
“Dengan runtuknya jembatan Muara Lembak, maka jalan tidak dapat dilalui, dan ditutup paling lambat 12 September. karena itu dibentuk tim terpadu untuk menyiapkan pengalihan jalan. PUPR sebagai tim teknis masuk tim terpadu. Dinas PUPR, yang akan melakukan pembenahan jalan tersebut, agar dapat dilalui kendaraan besar,” katanya.
Karena jalan kecil, karena memang kategori jalan desa, maka dari itu, akan dilakukan pelebaran. Bahkan ada usulan agar diperlebar hingga 12 meter, dengan maksud agar kendaraan besar, bisa ikut lewat. Untuk itu, Dinas PUPR akan membuat gorong-gorong disamping jalan terebut, untuk memperlebar jalan.
“Kita berharap, tahun depan pembangunan jalan itu sudah dilakukan pemerintah pusat. Jembatan pasti dibangun ulang, karena memang secara visual sudah runtuh . Tapi memang jembatan itu dibangun sejak tahun delapan puluhan,” katanya. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


