DLH Kutim Dorong Warga Sangatta Pilah Sampah Jadi Tiga Jenis Sejak dari Rumah
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- print Cetak

Foto ; Kepala UPTD Kebersihan Sangatta utara Jurianto S.P, sekaligus sebagai PLT Kabid Pengelolaan Sampah dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kutim.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Persoalan sampah memang tak ada habisnya, karena itu perlu pendampingan terus menerus agar masyarakat memahami serta ikut serta dalam melakukan pembenahan agar masalah sampah dapat diminimalisir. Karena itu Unit pelaksana teknis kebersihan (UPT) kebersihan terus menerus melakukan pendampingan hingga ke tingkat RT, melakukan sosialisasi agar penanganan bisa dilakukan secara bertahap sehingga sampah akhir yang masuk tempat pembuangan akhir (TPA), bisa diminimalisir. Demikian dikatakan Kepala UPTD Kebersihan Sangatta utara Jurianto S.P, sekaligus sebagai PLT Kabid Pengelolaan Sampah dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kutim.
Dikatakan, pihaknya melakukan pendampingan pada masyarakat agar melakukan pemilahan sampah, dengan memilah sampah antara sampah organic dan anorganic seta limbag B3 (Bahan berbahaya dan beracun).
“jadi seharusnya sampah di rumah tangga itu dipisahkan jadi tiga. Jadi tempat sampah itu tiga. Yakni untuk organic, anorganik dan B3,” katanya.
Dimana limbah organic ini bisa diolah, jadi kompos. Dan ini bernilai ekonomi, meskipun nilainya kecil. Sementara limbah anorganic dapat didaur ulang. Sedangkan untuk limbah B3, itu harus dilakukan penanganan khusus, karena berbahaya. Untuk itu, bisa ditimbun, dengan proses tertentu.
Namun untuk memaksimalkan penanganan seperti itu dari tingkat rumah tangga, maka perlu anggaran pengadaan tong sampah. Ini tentu bertahap akan dipenuhi. Pihaknyanya juga berharap bank sampah melakukan hal ini di tingkat RT, namun belum maksimal. Karena itu pemilahan saat ini lebih banyak dilakukan di UPTD kebersihan.
“Di UPT ini kami memilah sampah organic untuk dijadikan kompos. Sampah organic dikirim untuk didaur ulang. Jika ini berjalan dengan maksimal, maka sampah yang masuk TPA, cukup kecil nantinya,” pungkasnya (ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


