Pematangan Lahan Sekolah Rakyat Dilakukan Swakelola PUPR
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
- print Cetak

Foto : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) Tabrani Aji ST
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur (Kutim) Tabrani Aji ST mengakui penugasan pemerintah dalam pematangan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat di Kutim.
“PUPR menerima penugasan pematangan lahan untuk lokasi pembangunan sekolah rakyat di Jalan Simono, Sangatta Utara,” katanya.
Karena pekerjaannya mendesak, untuk itu pekerjaan dilakukan dengan cara swakelola di DPUPR. “Karena sifatnya pekerjaan mendesak, makanya kita kerjakan swakelola,” kata Aji, tanpa menyebut anggaran untuk swakelola pematangan lahan tersebut .
Karena pekerjaan dilakukan swakelola, sehingga pekerjaan bisa berlangsung cepat. Tak salah, menurutnya, pekerjaan tersebut sudah mencapai diatas 70 persen.
Seperti diketahui, pemerintah akan membangun Sekolah Rakyat (SR) di Kutim, yang akan diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, terutama kelompok desil 1 dan desil 2. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama yang menanggung seluruh kebutuhan siswa.
Pembangunan sekolah rakyat merupakan program nasional, sementara pemerintah daerah hanya bertanggung jawab pada penyediaan dan pematangan lahan lokasi pembangunan. Sementara pelaksanaan konstruksi sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.
Pemilihan lokasi di Jalan Somono, berdasarkan kajian yang dilakukan dengan berbagai aspek seperti akses. Mengingat sekolah berasrama ini nantinya diperkirakan akan menampung sekitar 1.500 siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan fasilitas sarana penunjang lainnya.
Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim Ernata Hadi Sujito beberapa waktu lalu, proposal sekolah rakyat yang diajukan ke Kementerian Sosial pada Desember 2025 awalnya mengusulkan lahan seluas lima Hektare (Ha). Namun, setelah presentasi dan komunikasi dengan pejabat Kementerian Sosial, tim dari pejabat Kutim mendapat arahan untuk memperluas lahan menjadi delapan hektare.
Sekolah rakyat yang akan dibangun dirancang dengan fasilitas bertaraf internasional. Di lahan seluas itu akan dibangun gedung sekolah untuk tingkat SD, SMP dan SMA, lengkap dengan penunjang lainnya meliputi ruang makan terpisah untuk masing-masing tingkat pendidikan, lapangan olahraga untuk SD, SMP dan SMA, serta lapangan besar untuk upacara gabungan seluruh jenjang. (ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


