Trotoar dan Ruang Publik Ramah Disabilitas Masuk Kategori Anggaran Responsif Gender
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Kholid, menjelaskan bahwa implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) tidak hanya berbicara mengenai program untuk perempuan saja, tetapi juga terkait pembangunan fisik yang memberi akses setara bagi seluruh masyarakat.
“Banyak yang salah paham. Mereka mengira PUG hanya menyediakan ruang laktasi atau layanan khusus perempuan. Padahal membangun trotoar ramah disabilitas pun termasuk anggaran responsif gender,” ujar Idham,Kamis (20/11/2025)
Ia mencontohkan ruang publik yang menyediakan jalur khusus disabilitas, tempat pelayanan umum yang mudah diakses kursi roda, hingga desain gedung pemerintah yang ramah penyandang disabilitas. Semua itu merupakan bagian dari pembangunan inklusif.
Idham menyebut fasilitas publik yang tidak memperhatikan kelompok rentan merupakan bentuk ketidakadilan. “Kalau kita membangun ruang publik, tetapi anak-anak disabilitas tidak bisa mengakses, itu berarti ada yang salah dalam perencanaan,” katanya.
Ia berharap OPD lebih kreatif dan peka dalam mengusulkan program yang mengandung unsur PUG. Menurutnya, banyak kegiatan fisik yang sebenarnya dapat dikategorikan responsif gender, tetapi tidak disertakan karena minimnya pemahaman teknis.
Dengan adanya Perda Nomor 5 Tahun 2024 tentang PUG, Idham menilai bahwa Kutai Timur sudah berada di jalur yang benar. “Sekarang sudah ada payung hukum. Tinggal bagaimana OPD menjalankannya secara konsisten,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh OPD mulai memasukkan unsur PUG dalam perencanaan tahun 2026. “Walaupun anggaran sedang menantang, yang terpenting adalah keadilan dalam pembagiannya. Fasilitas kecil tetapi berkeadilan jauh lebih berarti daripada anggaran besar tapi tidak tepat sasaran,” tutupnya.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


