Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Wakil Bupati Siap Bawa Sengketa Lahan MKC ke Kementerian Kehutanan

Wakil Bupati Siap Bawa Sengketa Lahan MKC ke Kementerian Kehutanan

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA.  Sengketa lahan di Kutai timur (Kutim) antara perusahan dan masyarakat terus berlanjut. Sengketa melibatkan perusahan perkebunan dan masyarakat, termasuk dengan warga transmigrasi, yang memang memiliki legalitas lahan dari pemerntah, namun banyak dicaplok perusahan perkebunan. Karena ‘kuatnya’ perusahan, sengketa lahan berlangsung bertahun-tahun namun tak  ada penyelesaian.

Seperti dialami ratusan warga Satuan Pemukiman (SP) 8 di Bengalon, Tepian Langsat. Mereka bersenketa dengan PT MKC (Multi Kusuma Cemerlang) , yang mengelola lahan seluas 18 000 hektar, ternyata 1100 hektar lebih merupakan lahan masyarakat serta transmigrasi. Sengketa lahan ini telah berlangsung bertahun-tahun namun belum ada penyelesaian. Akibatnya, ratusan warga melakukan demo ke Kantor DPRD Kutim kemarin (22/9) dilanjutkan dialog dengan  Wakil Bupati Kutim Mahyunadi didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan (Kesra )  Trisno, yang berlangsung di Ruang Arau, kantor Sektkab Kutim.

Usai dialog, Mahyunadi mengakui kasus tersebut ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan kasus ini sudah pernah dibuatkan pansus di DPRD Kutim, namun belum ada hasil. Bahkan ada rekomendasi dari BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan ) Kaltim  bahwa ada 110  hektar lahan MKC  yang harus di adedum untuk dikembalikan ke masyarakat. Namun hingga kini addendum belum terlaksana. Sementara masyarakat juga tetap  beraktifitas.

“Untuk itu saya akan tengahi, membawa masalah ini ke kementerian kehutanan agar izin PT MKC, segera diaddendum, lahan masyarakat dikembalaikan,  agar komplik bisa diahiri. Dengan demikian, masyarakat beraktifitas normal, sementara perusahan juga berjalan normal seperti biasa,” jelas Mahyunadi usai dialog dengan masyarakat. (Fhani/AdvKominfo)

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Aliansi Kutim Melawan Guncang Bukit Pelangi, Tuntut Keadilan dan Transparansi

    Aksi Aliansi Kutim Melawan Guncang Bukit Pelangi, Tuntut Keadilan dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ratusan demonstran yang tergabung dalam elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang menamai diri mereka Aliansi Kutim Melawan menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Senin, 1 September 2025. Aksi yang berlangsung ramai ini dipusatkan di depan Simpang Empat Lampu Merah Polres Kutim, kawasan Perkantoran Bukit Pelangi. Dalam orasinya, perwakilan […]

  • Ketahanan Pangan Kutim Mendesak Ditingkatkan, Anggota DPRD David Rante Soroti Keterbatasan Lumbung Pangan

    Ketahanan Pangan Kutim Mendesak Ditingkatkan, Anggota DPRD David Rante Soroti Keterbatasan Lumbung Pangan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Program peningkatan ketahanan pangan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi fokus utama dalam pembahasan Raperda tahun 2026. Anggota DPRD Kutim dari Fraksi Gerindra, David Rante, mengungkapkan bahwa upaya peningkatan produksi pangan harus dibarengi dengan penambahan dan optimalisasi fasilitas pendukung, khususnya lumbung pangan atau lokasi penyimpanan hasil panen. David Rante menjelaskan bahwa saat […]

  • Sengketa Lahan PT BAS Mandek Hampir 10 Tahun, DPRD Kutim Desak Laporan Penyelesaian

    Sengketa Lahan PT BAS Mandek Hampir 10 Tahun, DPRD Kutim Desak Laporan Penyelesaian

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Sengketa lahan seluas sekitar 1.200 hektare yang melibatkan PT Bima Agri Sawit (PT BAS) dan petani dari 11 kelompok tani di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali mencuat. Konflik agraria yang telah berlangsung hampir satu dekade itu dinilai belum menunjukkan kejelasan penyelesaian. Persoalan tersebut menjadi perhatian serius DPRD Kutim. Melalui Komisi C, […]

  • Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    Lima Desa di Bengalon Terendam Banjir, BPBD Kutim: Waspada Buaya dan Air Kiriman

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sangatta – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari mengakibatkan lima desa di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, terendam banjir. Desa yang terdampak antara lain Sepaso, Sepaso Selatan, Sepaso Timur, Sepaso Barat, dan Tepian Langsat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur langsung menurunkan tim ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan warga yang terdampak. Kepala […]

  • Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Banjir serta Pohon Tumbang di Kawasan Pasar Induk   ‎

    Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Banjir serta Pohon Tumbang di Kawasan Pasar Induk  ‎

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ‎www.kaltim12.com/,KUTIM – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Sangatta dan sekitarya pada Kamis malam (29/01/2026), mengakibatkan sejumlah titik tergenang banjir dan insiden pohon tumbang yang menghambat akses jalan. ‎Berdasarkan laporan warga melalui rekaman video amatir, sebuah pohon besar tumbang di kawasan Pasar Induk. Batang pohon yang melintang menutupi seluruh badan jalan, sehingga akses […]

  • Absensi ASN Empat Kali Sehari di Kutim Masih Tahap Persiapan Sistem

    Absensi ASN Empat Kali Sehari di Kutim Masih Tahap Persiapan Sistem

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah mengkaji penerapan absensi aparatur sipil negara (ASN) sebanyak empat kali dalam sehari. Namun, kebijakan tersebut belum akan diberlakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu kesiapan sistem elektronik kinerja (e-Kin). Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pembaruan aplikasi dan penguatan infrastruktur teknologi menjadi syarat utama sebelum aturan baru itu […]

expand_less