Banyak Aduan Masyarakat ke DLH, yang Bukan Tupoksi DLH
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Foto : Kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Kutim Aji Wijaya Effendi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA. Banyak aduan masyarakat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), yang sebenarnya diluar tugas pokok DLH. Namun, sebagai pelayan masyarakat, DLH selalu memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat dan mengarahkan masyarakat ke dinas terkait sesuai kewenangannya.
“Banyak pengaduan masyarakat yang masuk DLH, yang sebenarnya bukan tugas pokok kami. Namun sebagai pelayan masyarakat, kami selalu melayani mereka , mengarahkan masyarakat pada dinas yang memang bertanggungjawab atas aduan masyarakat,” jelas Kepala dinas lingkungan hidup (DLH) Kutim Aji Wijaya Effendi media ini belum lama ini
Dicontohkan, masalah kebakaran hutan atau lahan. Hanya kerana ada kebakaran lingkungan , hutan , banyak yang mengadu ke DLH. Padahal, kalau urusan kebakaran hutan kan ada Badan penanggunlangan bencana daerah (BPBD) atau pemadam Kebakaran (Damkar).
Ada pengaduan terkait dengan izin kandang babi. Di beberapa tempat di Sangatta. Kan urusan kandang kan urusan peternakan. Tapi mereka mengadu ke DLH, karena alasan ada bauh dari Kandang. “ Kalau urusan izin kan PTSP. Urusan peternakan kan ada bidang peternakan.
Diakui, masalah peternakan ini sebenarnya pemerintah pernah ingin merelokasi mereka saat pemukiman masih kurang di sekitar Batota. Namun mereka tidak mau, dengan alasan jauh.
“Sekarang, itu tidak mungkin lagi karena sudah padat penduduk. Yang mungkin adalah para peternak ini pindah secara sukarela ke lokasi yang jauh dari pemukiman,” imbuhnya
Diakui, dalam kasus ini, DLH memang akan melakukan pematauan lingkungan apakah ada pencemaran lingkungan atau tidak. Jika terbukti ada pencemaran, melebihi ambang batas, DLH akan memberikan sanksi administratif hingga opsi relokasi mandiri bagi pemilik usaha.
Diakui, yang jadi keluhan warga yang mengadukan masalah kandang babi ini adalah bau yang menyengat. “Untuk itu, warga minta agar dilakukan relokasi agar tidak menganggu warga sekitar.” Pungkasnya (Fhany/ADV)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


