Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Generasi Muda Harus Bijak Saring Informasi
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA — Memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, Bupati Kutai Timur (Kutim) menyampaikan pesan penting dan strategis yang ditujukan khusus bagi generasi muda. Dalam amanatnya, Bupati menekankan pentingnya kebijaksanaan dan kekritisan pemuda dalam menyaring arus informasi di era disrupsi digital saat ini.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini dilangsungkan secara khidmat di halaman Kantor Bupati Kutai Timur. Rangkaian upacara tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), aparat TNI-Polri, serta perwakilan pelajar dan organisasi kepemudaan di Kutim.
Dalam pidatonya, Bupati Kutim mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini telah berubah wujud. Jika di masa lalu para pahlawan berjuang mempertahankan ideologi negara dari ancaman fisik, kini ancaman tersebut hadir dalam bentuk digital yang tak kasat mata.
“Saat ini kita berada di era keterbukaan informasi yang tanpa batas. Ancaman terhadap keutuhan bangsa dan negara sering kali tidak datang melalui agresi militer, melainkan melalui perang narasi, provokasi, dan informasi palsu (hoaks) yang menyebar dengan sangat cepat di media sosial,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran sentral generasi Z dan milenial sebagai pengguna aktif internet terbesar. Generasi muda diminta untuk tidak mudah terpancing emosi atau langsung membagikan sebuah kabar yang belum diverifikasi kebenarannya.
“Oleh karena itu, generasi muda harus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai perisai dan filter. Terapkan prinsip ‘saring sebelum sharing’. Jangan sampai jempol kita menjadi alat yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.
Bupati juga menekankan bahwa pengamalan sila ketiga, yakni Persatuan Indonesia, merupakan kunci utama dalam menghadapi polarisasi di dunia maya. Perbedaan pandangan dan pilihan adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi, namun persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus selalu dikedepankan.
Sebagai penutup, Bupati Kutim berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi ritual seremonial kesejarahan tahunan, melainkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif.
“Mari kita maknai Kesaktian Pancasila dengan tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Jadilah netizen yang cerdas, pemuda yang kritis, dan agen perubahan yang selalu merawat kebinekaan,” pungkasnya. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


