Abadikan Tradisi Lokal, Disdikbud Kutim Inisiasi Penulisan Tiga Buku Sejarah
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah masif dalam menyelamatkan warisan sejarah dan tradisi lokal. Disdikbud Kutim resmi menginisiasi penyusunan tiga buku sejarah daerah berstandar akademis guna memastikan rekam jejak perjalanan budaya Kutai Timur terdokumentasikan secara permanen dan tidak hilang ditelan zaman.
Inisiasi tersebut diawali melalui Seminar Laporan Pendahuluan Kajian Penulisan Buku Sejarah yang digelar di Gedung Serbaguna Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (22/9/2026). Langkah ini menjadi titik balik penting dalam mengalihkan tradisi lisan dan event kebudayaan ke dalam bentuk literasi tertulis.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menegaskan pentingnya mengubah pola dokumentasi kebudayaan daerah. Menurutnya, festival budaya dan peristiwa sejarah yang selama ini dilaksanakan tidak boleh hanya berhenti pada publikasi sementara, melainkan harus dibukukan melalui kajian ilmiah yang komprehensif.
”Saya memang sangat berharap semua kegiatan-kegiatan yang khususnya terkait dengan sejarah ataupun kegiatan yang bersifat event itu dibukukan menjadi sebuah buku. Bukan hanya sekedar poster atau sekedar catatan biasa. Harapan saya nantinya buku-buku ini akan menjadi koleksi museum,” ujar Mulyono.
Mulyono menambahkan, kehadiran tiga buku ini diproyeksikan menjadi rujukan utama literasi daerah sekaligus pengisi fasilitas museum kabupaten yang pembangunannya mulai direalisasikan tahun ini. Untuk menghasilkan literasi yang akurat, pihak dinas membuka ruang diskusi publik bagi para tokoh adat, guru sejarah, hingga akademisi.
”Mari kita yang hadir pada hari ini dari semua komponen dan unsur yang ada ini bisa bersama-sama memberikan sumbangan pemikiran, memberikan masukan-masukan sehingga output atau hasil yang akan kita buat nantinya itu betul-betul komprehensif, menyeluruh, dan memang mewakili dari apa yang seharusnya tersampaikan,” tambah Mulyono.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham, merincikan tiga fokus karya literasi yang tengah digarap bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman. Ketiga buku tersebut merangkum kekayaan tradisi, perkembangan keagamaan, serta sejarah peradaban suku lokal.
Penulisan sejarah yang akan dilaksanakan meliputi tiga karya yaitu penulisan buku sejarah budaya di Kabupaten Kutai Timur dengan judul ‘Kisah-Kisah Dari Kutai Timur: Budaya, Tradisi, dan Kehidupan’, buku kedua ‘Menelusuri Jejak Islam di Bumi Kutai Timur’, dan buku ketiga ‘Sejarah Perkembangan Masyarakat Adat Dayak Kenyah Lepoq Jalan’.
”Ketiga karya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah daerah sekaligus sumber informasi dan referensi bagi pemerintah daerah, masyarakat, dunia pendidikan tentu dan juga generasi mendatang,” terang Ilham.
Melalui penerbitan tiga buku sejarah terstandar ini, Pemkab Kutim berharap generasi mendatang tidak kehilangan identitas budaya serta memiliki akses literasi yang valid mengenai asal-usul dan kekayaan tradisi daerahnya. (ADV/Fhani)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


