Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Pembangunan Jalan Muara Calong Terkendala Cuaca dan Kekurangan Alat Berat

Pembangunan Jalan Muara Calong Terkendala Cuaca dan Kekurangan Alat Berat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong terus mengupayakan percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Muara Calong. Namun, upaya ini menghadapi sejumlah kendala teknis, terutama faktor cuaca dan keterbatasan alat berat di lapangan.

Camat Muara Ancalong, Muhammad Harun Al-Rasyid, menjelaskan bahwa peningkatan badan jalan sepanjang empat kilometer saat ini menjadi prioritas utama pemerintah kecamatan. Pekerjaan dimulai dari titik kilometer satu hingga kilometer empat yang selama ini sering menjadi lokasi banjir musiman.“Setiap kali hujan deras, akses jalan di Muara Calong terputus. Warga terpaksa menggunakan perahu atau ketinting untuk melintas. Karena itu kami fokus menimbun dan memperkuat badan jalan agar bisa melewati kendaraan meski air naik,” jelas Harun, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sudah berjalan sekitar tiga kilometer, namun sebagian masih belum selesai karena hujan terus mengguyur kawasan itu sejak pertengahan bulan. Kemajuan di lapangan baru mencapai lebih dari separuh dari total target.“Kurang satu kilometer lagi yang belum rampung. Kami harap bisa selesai sebelum akhir tahun atau sebelum banjir besar datang,” tambahnya.

Kendala utama yang dihadapi bukan hanya cuaca, tetapi juga keterbatasan armada dan peralatan pendukungnya. Saat ini, kecamatan hanya memiliki beberapa unit alat berat dan dump truk yang jumlahnya belum mencukupi kebutuhan proyek.“Kami sebenarnya optimistis, karena jarak pengambilan material cukup dekat. Kalau cuaca cerah, pekerjaan bisa cepat selesai. Hanya saja, hujan membuat lahan sulit dilalui,” ungkapnya.

Harun berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, termasuk bantuan perusahaan dan masyarakat setempat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman.“Selama ini kami sudah banyak dibantu oleh pemangku kepentingan. Namun masih perlu tambahan peralatan agar target dapat tercapai,” kata dia.(Adv/Kominfo)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pekan Berlatih, Andri Benyamin Sukses Jalankan Tugas Pembentang Bendera HUT RI di Kutim

    Dua Pekan Berlatih, Andri Benyamin Sukses Jalankan Tugas Pembentang Bendera HUT RI di Kutim

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Kaltim12.com,KUTIM – Dua pekan menjadi waktu yang harus dimanfaatkan Andri Benyamin untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas penting dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kutai Timur (Kutim). Siswa SMA Negeri 1 Sangatta Selatan itu dipercaya sebagai pembentang bendera Merah Putih. Bagi Andri, kesempatan tersebut bukan tugas yang biasa. Ini menjadi kali pertama dirinya […]

  • Kemarau Panjang Tekan Sumber Air Bersih di Teluk Pandan

    Kemarau Panjang Tekan Sumber Air Bersih di Teluk Pandan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA. Desa Teluk Pandan yang selama ini mengandalkan Telaga Bening sebagai sumber air baku yang di Kelola Perusahaan Umum Daerah (Perum) Daerah Air Minum (Perumdan) Kutai Timur (Kutim) Untuk warga Desa Teluk Pandan kini berangsur mengering. Bahkan sungai-sungai kecil di sekitar Teluk Pandan juga kini telah kering. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Kades Teluk Pandan […]

  • Kekeringan Landa Kutai Timur, DTPHP Akui Sumber Air Jadi Persoalan Utama Petani

    Kekeringan Landa Kutai Timur, DTPHP Akui Sumber Air Jadi Persoalan Utama Petani

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    ‎Kutai Timur, – Petani Kutai Timur menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan yang melanda dalam sebulan terakhir, seiring dampak perubahan iklim yang dirasakan langsung oleh sektor pertanian daerah tersebut. ‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur Purno Edi mengatakan, laporan kekeringan telah diterima dari sejumlah kelompok tani yang baru […]

  • DPRD Kutim Dorong Optimalisasi PAD dan Pembentukan Pansus DBH

    DPRD Kutim Dorong Optimalisasi PAD dan Pembentukan Pansus DBH

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait Dana Bagi Hasil (DBH). Langkah ini dinilai penting untuk memastikan potensi keuangan daerah tergali secara maksimal dan distribusi dari pemerintah pusat lebih transparan. “PAD kita tahun ini sudah mencapai sekitar Rp450 miliar, tapi potensinya sebenarnya […]

  • Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    Raperda Keolahragaan Dorong Kutim Bangun Industri Olahraga Modern Berbasis Digital

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dunia olahraga di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap memasuki era baru. Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Keolahragaan yang tengah dibahas DPRD Kutim membawa visi besar “Mendorong lahirnya industri olahraga modern yang berbasis digital dan multidisiplin”. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Keolahragaan, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa olahraga modern tidak lagi hanya berbicara soal […]

  • Mahyunadi Dorong Kajian Pompa Air Tenaga Surya untuk Pertanian Kutim

    Mahyunadi Dorong Kajian Pompa Air Tenaga Surya untuk Pertanian Kutim

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mempertimbangkan pemanf4atan teknologi energi surya sebagai alternatif pengairan lahan pertanian untuk menghadapi potensi gangguan pasokan air saat kemarau. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utam4 yang menentukan keberhasilan sektor pertanian. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sejumlah alternatif pengairan sebelum kondisi kekeringan berdampak […]

expand_less