Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Perketat Pengawasan, Dana RT di Kutim Wajib Tercatat sebagai Aset Desa

Perketat Pengawasan, Dana RT di Kutim Wajib Tercatat sebagai Aset Desa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah mengeluarkan instruksi tegas mengenai mekanisme pengelolaan dana Rukun Tetangga (RT). Kebijakan ini mewajibkan seluruh pembelanjaan yang menggunakan anggaran RT harus diklasifikasikan sebagai belanja modal, dan dilarang keras dicatat sebagai barang habis pakai.

Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah preventif yang diambil pemerintah daerah untuk menjamin akuntabilitas anggaran dan menutup celah potensi penyelewengan di tingkat bawah. Menurut Basuni, kesalahan pengkategorian sering kali menyebabkan status kepemilikan barang menjadi tidak jelas.

“Prinsip utamanya adalah barang yang dibeli wajib memenuhi kriteria belanja modal agar dapat diinventarisasi sebagai aset desa,” tegas Basuni, Minggu (16/11/2025)

Ia mengungkapkan kekhawatiran jika barang hanya dicatat sebagai habis pakai, dikhawatirkan barang tersebut rawan diperjualbelikan atau beralih fungsi untuk kepentingan pribadi setelah diserahkan kepada Ketua RT atau pihak ketiga.

Oleh karena itu, seluruh proses pengadaan barang dari dana RT wajib tunduk pada mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang menuntut standar kelayakan teknis dan prinsip auditabilitas. Basuni menjelaskan bahwa dalam skema ini, Pemerintah Desa akan bertindak sebagai pemegang aset yang bertanggung jawab penuh terhadap pencatatan dan inventarisasi aset.

Sementara itu, pihak RT hanya berstatus sebagai pengguna barang (user) yang bertugas mengelola fasilitas tersebut untuk kepentingan warga.

Untuk memperkuat implementasi di lapangan dan menghindari bias interpretasi, DPMDes akan menuangkan rincian teknis aturan ini ke dalam regulasi pendukung. Melalui skema inventarisasi yang ketat ini, Pemerintah Kutim berharap fasilitas yang dibeli benar-benar dapat menunjang kepentingan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat, bukan dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi oknum tertentu.(Adv/Kominfo)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abadikan Tradisi Lokal, Disdikbud Kutim Inisiasi Penulisan Tiga Buku Sejarah‎

    Abadikan Tradisi Lokal, Disdikbud Kutim Inisiasi Penulisan Tiga Buku Sejarah‎

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    ‎Kutai Timur, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah masif dalam menyelamatkan warisan sejarah dan tradisi lokal. Disdikbud Kutim resmi menginisiasi penyusunan tiga buku sejarah daerah berstandar akademis guna memastikan rekam jejak perjalanan budaya Kutai Timur terdokumentasikan secara permanen dan tidak hilang ditelan zaman.‎‎Inisiasi tersebut diawali melalui Seminar Laporan Pendahuluan […]

  • Akbar Tanjung Soroti Program Rp 250 Juta per RT, Usulkan Tim Pengawas Penghubung

    Akbar Tanjung Soroti Program Rp 250 Juta per RT, Usulkan Tim Pengawas Penghubung

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Masih banyaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program Rp 250 juta per Rukun Tetangga (RT) menjadi sorotan tajam Ketua Fraksi PKS DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung. Ia menilai perlu ada mekanisme pengawasan baru untuk memastikan program unggulan tersebut berjalan sesuai relnya. Akbar mengungkapkan, pihaknya kerap menerima laporan bahwa realisasi program di lapangan sering […]

  • DLH Kutim Gencarkan Sosialisasi Jam Buang Sampah

    DLH Kutim Gencarkan Sosialisasi Jam Buang Sampah

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait waktu pembuangan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur berencana melakukan sosialisasi melalui tempat-tempat ibadah. Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Daerah, Dewi Dohi, mengatakan bahwa masih banyak warga yang belum memahami aturan waktu pembuangan sampah sebagaimana diatur dalam Perda, yaitu mulai pukul 18.00 hingga 06.00 pagi. “Sering kali […]

  • Wartawan di Kutim Salurkan Bantuan Ke Korban Bencana Kebakaran

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Jurnalis Bersatu Kutim (JBK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar berbagi sembako untuk korban kebakaran 10 rumah, dengan jumlah 19 Kepala Keluarga (KK), di Jalan Pinang Dalam, RT 22, Desa Sangatta Utara Kutim, Jum’at, (14/4/2023) sore tadi. Bantuan tersebut, diterima lansung oleh Ketua RT 22 Jamil Mustofa. Adapun bantuan yang diberikan kepada korban diantaranya, […]

  • KONI Kutim Berikan Dukungan Finansial untuk Atlet dan Pelatih Menuju PON XXI 2024

    KONI Kutim Berikan Dukungan Finansial untuk Atlet dan Pelatih Menuju PON XXI 2024

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kutai Timur (Kutim) menyerahkan secara simbolis uang saku untuk atlet, pelatih, dan ofisial teknik dari daerah tersebut pada Minggu (1/9) malam. Penyaluran uang saku tambahan ini dilakukan melalui transfer bank kepada masing-masing penerima. Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, mengingatkan para atlet untuk menjaga sportifitas dan nama baik Kutai […]

  • Jalan Mantap Kutim Masih 34,78 Persen, APBD Anjlok ke Rp5,1 Triliun

    Jalan Mantap Kutim Masih 34,78 Persen, APBD Anjlok ke Rp5,1 Triliun

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan serius. Hingga 2025, persentase jalan kabupaten dengan kategori mantap tercatat baru mencapai 34,78 persen, atau hanya meningkat tipis dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 33,27 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas jalan di Kutim berjalan lambat. Padahal, infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor […]

expand_less