Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Talkshow HIPMA-KT Bahas Tantangan Dunia Kerja dan Masa Depan Tenaga Kerja Kutim

Talkshow HIPMA-KT Bahas Tantangan Dunia Kerja dan Masa Depan Tenaga Kerja Kutim

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SANGATTA – Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) menggelar talkshow bertajuk “Memetakan Peluang dan Menaklukkan Tantangan Dunia Kerja Terkini” di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas perubahan dunia kerja, peluang investasi, kebutuhan keterampilan tenaga kerja, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi perkembangan industri di Kutai Timur.

Ketua IKA HIPMA-KT Arief Effendi Bolly mengatakan dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat seiring dinamika ekonomi dan kondisi global yang sulit diprediksi.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut masyarakat, khususnya generasi muda dan pencari kerja, untuk terus memperbarui wawasan dan memahami perkembangan kebutuhan dunia kerja agar tidak tertinggal.

“Talkshow ini hadir bukan tanpa alasan karena kita perlu memetakan di mana posisi kita, peluang kita apa yang kita raih, hambatan apa yang kita lalui, dan siapa kita. Tidak bisa lagi berjalan dengan asumsi lama,” ujar Arief.

Ia menilai diperlukan wawasan dan panduan strategis yang tepat agar tenaga kerja mampu menghadapi persaingan yang semakin dinamis.

Sementara itu, Dewan Penasehat HIPMA-KT Jimmy mengatakan forum tersebut diharapkan menghasilkan masukan yang dapat memberikan manfaat bagi pengusaha maupun tenaga kerja di Kutim.

Menurutnya, perkembangan investasi di daerah membuka peluang kerja baru yang harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal. Salah satu peluang tersebut terlihat dari pengembangan industri hilirisasi di Kutai Timur.

“Peluang kerja dan lapangan kerja untuk para tenaga kerja itu memang harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan-tantangan seperti itu,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menekankan pentingnya kesesuaian antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja.

Ia mengatakan perusahaan perlu mengetahui kondisi dan jumlah tenaga kerja yang tersedia, sementara para pencari kerja juga harus memahami keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Mahyunadi juga menyoroti penerapan Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang tenaga kerja, khususnya terkait kewajiban perekrutan tenaga kerja lokal.

Menurutnya, masih diperlukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana penyerapan tenaga kerja lokal telah berjalan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi adalah kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan dan pengalaman sehingga tenaga kerja lokal masih membutuhkan proses peningkatan kapasitas.

“Kalau kita menyerap tenaga lokal yang baru lulus, tentu membutuhkan waktu untuk memberikan edukasi terhadap tenaga-tenaga kerja baru itu untuk menjadi tenaga kerja yang siap pakai,” jelasnya. (Fhany/ADV/*)

 

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kutim Dorong Pemerintah Rampungkan Kegiatan Tak Prioritas di 2026

    DPRD Kutim Dorong Pemerintah Rampungkan Kegiatan Tak Prioritas di 2026

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Anjas, meminta pemerintah daerah lebih selektif dalam merencanakan kegiatan tahun 2026. Ia menilai penurunan pendapatan daerah hingga sekitar 3,9 persen menjadi alasan kuat untuk memperketat efisiensi anggaran. Anjas menyebut kondisi ini harus disikapi dengan kebijakan penghematan di setiap sektor. “Kami menyarankan pemerintah untuk bisa merampingkan kegiatan […]

  • Pemkab Kutim Sampaikan Nota Penjelasan P-APBD 2026, Pendapatan Kutim Diproyeksi Naik Jadi Rp6,4 Triliun

    Pemkab Kutim Sampaikan Nota Penjelasan P-APBD 2026, Pendapatan Kutim Diproyeksi Naik Jadi Rp6,4 Triliun

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    ​Sangatta – Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp644 miliar pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna Ke-III DPRD Kutim Masa Sidang I Tahun 2026-2027. ​Rapat paripurna yang beragendakan Penyampaian Nota Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kutim terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang […]

  • Padi Apung Jadi Solusi Pertanian di Lahan Rawa dan Tergenang

    Padi Apung Jadi Solusi Pertanian di Lahan Rawa dan Tergenang

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Teknologi padi apung kini mulai diperkenalkan sebagai solusi alternatif untuk petani di wilayah Kutai Timur yang memiliki lahan berair dan sulit dicetak menjadi sawah konvensional. Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa teknologi ini menjadi jawaban bagi petani di daerah rawan banjir agar tetap bisa menanam padi.“Padi apung […]

  • Bupati Ardiansyah Usulkan Sejumlah Wilayah di Kutim Untuk di Enclave

    Bupati Ardiansyah Usulkan Sejumlah Wilayah di Kutim Untuk di Enclave

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Bupati Kutai Timur Ardianysah Sulaiman mengatakan,  Enclave wilayah Sangatta Selatan dan Teluk Pandan masih terus berproses dan sudah ada perkembangannya. Usulan Pemkab Kutim terkait dengan enclave tersebut telah diajukan ke kementerian Kehutanan. Hal tersebut di katakan Bupati Ardiansyah, saat wartakutim dan www.kaltim12.com/ melakukan wawancara eksklusif di rumah jabatan bupati di Bukit pelangi Sangatta, […]

  • Proyek Multi Years Di Kutim Dinilai Tidak Melalui Perencanaan Matang

    Proyek Multi Years Di Kutim Dinilai Tidak Melalui Perencanaan Matang

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KALTIM12,Sangatta – Anggota DPRD Kutim Alfian Aswad Menyoroti Lambatnya proyek yang didanai dengan pola kontrak tahun jamak (multi years contract/MYC). Menurutnya,  hingga saat ini progres MYC ini belum terlihat padahal DPRD sudah menyetujui anggaran proyek tersebut.”Sudah disetujui, tinggal kami (DPRD Kutim) mengAnggu hasil dari Pemkab. Seharusnya itu sudah berjalan,”ungkap Alfian saat di temui Wartakutim.com di […]

  • Coastal Way: Strategi Kutim Buka Isolasi Wilayah Pesisir

    Coastal Way: Strategi Kutim Buka Isolasi Wilayah Pesisir

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mempercepat rencana pembangunan proyek strategis “Coastal Way” (Jalur Pesisir). Proyek ini bertujuan menghubungkan wilayah dari Desa Sandaran hingga kawasan Tanjung Mangkalihat, sekaligus mengatasi masalah keterisolasian daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa Coastal Way lebih dari sekadar proyek infrastruktur […]

expand_less