Mahyunadi Tekankan Pentingnya Meluruskan Sejarah Lokal Kutim
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menekankan pentingnya meluruskan sejarah lokal agar generasi muda memperoleh pemahaman berdasarkan sumber yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal itu disampaikan Mahyunadi saat memberikan sambutan dalam Workshop Storytelling dan Digital Content Sejarah Lokal yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur di Hotel Zenova Royale, Rabu (9/9/2026).
Menurut Mahyunadi, sejarah tidak selalu berjalan lurus. Ia menilai suatu peristiwa dapat mengalami perubahan narasi seiring pergantian kepemimpinan maupun pihak yang menyampaikan sejarah tersebut.
“Sejarah itu sering terbelokkan,” kata Mahyunadi dalam sambutannya.
Ia menilai workshop tersebut tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi peserta. Para peserta diharapkan mampu menggali, mengolah, dan menyampaikan sejarah Kutai Timur berdasarkan sumber yang valid.
“Acara ini harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur secara umum, khususnya memberi manfaat bagi peserta yang nantinya akan menjadi talenta, menjadi bakat untuk menyampaikan sejarah Kutai Timur,” ujarnya.
Mahyunadi juga mendorong agar hasil penggalian sejarah tidak berhenti dalam bentuk storytelling. Menurutnya, informasi sejarah yang diperoleh dari sumber yang benar perlu didokumentasikan menjadi buku agar dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dan generasi berikutnya.
“Yang kita pelajari mendapatkan dari sumber yang lurus, yang benar, bukan sejarah yang terbelok-belokan. Benar berdasarkan aturan dan bukan hanya nanti menjadi storytelling, tapi menjadi sebuah buku yang bisa diacu oleh orang lain,” tegasnya.
Ia berharap peserta workshop bersungguh-sungguh mengikuti materi, termasuk dalam mempelajari metode pengumpulan data serta menggali informasi dari para tokoh dan orang tua yang masih mengetahui sejarah lokal di Sangatta dan Kutai Timur.
Mahyunadi menegaskan, mempelajari sejarah bukan sekadar memahami masa lalu, tetapi juga mengambil pengalaman sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan menorehkan sejarah baru bagi daerah. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


