Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Sayyid Anjas : Dukung Pengurangan Perjalanan Dinas dan Evaluasi Proyek Multi Years 2026

Sayyid Anjas : Dukung Pengurangan Perjalanan Dinas dan Evaluasi Proyek Multi Years 2026

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Sayyid Anjas, menilai langkah pemerintah untuk menyesuaikan belanja rutin, termasuk perjalanan dinas dan anggaran pegawai, merupakan langkah tepat di tengah menurunnya kemampuan keuangan daerah.

Menurut Anjas, pengurangan aktivitas perjalanan dinas bukan berarti harus dihapus sepenuhnya. “Perjalanan dinas dikurangi, bukan dihilangkan. Yang tadinya tiga atau empat kali, bisa saja cukup satu atau dua kali,” katanya, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan, kebijakan efisiensi ini harus diterapkan secara proporsional agar tidak mengganggu kinerja ASN. “Yang penting-penting dulu saja yang dijalankan. Kita harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada,” ujarnya.

Terkait dengan kewajiban belanja mandatori sebesar 30 persen untuk pegawai, Anjas memastikan hal tersebut tetap menjadi prioritas. “Itu pasti disesuaikan. Tidak mungkin dibayar kalau kemampuan keuangannya tidak cukup,” tegasnya.

Ia juga menyoroti rencana pemerintah untuk melanjutkan proyek-proyek multi years (tahun jamak) pada tahun 2026. Menurutnya, proyek tersebut masih bisa dilaksanakan asalkan dilakukan perhitungan ulang yang realistis. “Saya rasa kalau nanti dihitung ulang dan dirampingkan, proyek multi years masih bisa dilakukan,” tuturnya.

Sayyid Anjas, menyebutkan bahwa penyesuaian proyek tersebut adalah hal yang wajar. “Kalau awalnya direncanakan 10 proyek, mungkin nanti cukup 5 atau 6 saja. Itu hal yang logis dan lebih aman,” ujarnya lagi.

Ia menilai langkah tersebut akan membantu pemerintah menjaga keseimbangan keuangan tanpa mengorbankan pembangunan. “Yang penting proyeknya tetap berjalan, tapi dengan perencanaan yang matang dan efisiensi yang jelas,” katanya.
Meski begitu, Anjas mengingatkan bahwa rencana proyek multi years 2026 masih belum diajukan ke DPRD. “Kita tunggu saja dulu karena belum masuk pembahasannya di DPR,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun perhitungan yang akurat sebelum mengajukan program tersebut. “Semua harus dihitung dengan cermat supaya tidak membebani APBD,” ujarnya.(Adv/DPDR)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kutim Pertanyakan Progres Proyek Tahun Jamak, David Rante Soroti Transparansi

    DPRD Kutim Pertanyakan Progres Proyek Tahun Jamak, David Rante Soroti Transparansi

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur terus menyoroti progres pelaksanaan proyek tahun jamak milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Kontrak pengerjaan proyek tersebut akan berakhir pada akhir tahun 2024, namun hingga kini DPRD belum menerima laporan resmi terkait perkembangan pelaksanaannya. Anggota DPRD Kutim, David Rante, S.Th., mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kelancaran dan […]

  • DTPHP Kutim Pastikan Kebutuhan Daging Harian Terpenuhi dari Sapi Lokal

    DTPHP Kutim Pastikan Kebutuhan Daging Harian Terpenuhi dari Sapi Lokal

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA. Pelaksana tugas (PLT) Kepala Bidang Peternakan Dinas Tanaman Pangan  Hortikultura  dan Peternakan (DTPHP), Drh Cut Meutia menyatakan kebutuhan daging sapi di Kutim sudah dapat dipenuhi dari ternakan lokal yang ada di Kutim. Sebab tiap hari di Rumah Potong Hewan (RPH) yang berda  Sangatta Utara, dilakukan pemotongan sapi satu hingga dua ekor untuk memenuhi kebutuhan […]

  • DTPHP Kutim Gandeng Perusahaan Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

    DTPHP Kutim Gandeng Perusahaan Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana akan melibatkan perusahaan dan sejumlah pihak lainnya untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bagi petani yang terdampak kekeringan. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan dan berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah kawasan pertanian. Plt Kepala DTPHP Kutim, Purno […]

  • Disbun Kutim Optimalkan UPPB, Petani Karet Kini Bisa Jual Langsung ke Pabrik

    Disbun Kutim Optimalkan UPPB, Petani Karet Kini Bisa Jual Langsung ke Pabrik

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Timur terus berupaya memotong rantai pasok tata niaga karet yang kerap merugikan petani. Melalui pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olah Karet (UPPB), petani kini difasilitasi untuk menjual hasil panen langsung ke pabrik tanpa melalui perantara atau tengkulak. Kepala Bidang Usaha, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Disbun Kutim, […]

  • Bupati Sampaikan Tantangan Kutim di COP27 Sharm el-Shiekh Mesir

    Bupati Sampaikan Tantangan Kutim di COP27 Sharm el-Shiekh Mesir

    • calendar_month Selasa, 15 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Mesir – Upaya memanfaatkan konfrensi iklim PBB Tahun 2022 atau COP27 yang berrlangsung di Sharm el-Shiekh Mesir, terkait lobi dengan Bank Dunia membhas opsi penjulan kelebihan emisi karbon. Dilakukan bersama antara Pemprov Kaltim dibawah Gubernur Isran Noor dan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman. Pemaparan dilakukan mengenai Peran Pemerintah Daerah dalam Aksi Indonesia FOLU (Forestry […]

  • Seragam Khas Sekolah Swasta dan Madrasah di Kutim Belum Terakomodasi Pemerintah

    Seragam Khas Sekolah Swasta dan Madrasah di Kutim Belum Terakomodasi Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Meskipun Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menyalurkan empat jenis seragam gratis beserta tas dan sepatu bagi siswa TK, SD, hingga SMP, ketimpangan masih dirasakan oleh sekolah swasta dan sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). Pasalnya, seragam khas atau seragam identitas yayasan masih harus dibeli secara […]

expand_less