Dua Investasi Gasifikasi Batu Bara Senilai Rp71 Triliun Berpotensi Masuk Kutim
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) nampaknya tengah bersiap menyambut gelombang investasi raksasa senilai total Rp71 triliun dalam empat hingga lima tahun mendatang. Masuknya modal besar di sektor industri gasifikasi batu bara ini dipastikan akan menjadi peluang emas bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan hal itu saat membacakan pidato dalam rapat paripurna di DPRD Kutim dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim, Kamis (08/10/2026).
Ardiansyah menjelaskan, investasi senilai Rp41 triliun telah memasuki tahap awal setelah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meletakkan batu pertama pembangunan industri gasifikasi batu bara menjadi metanol.
Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2029 sehingga diperkirakan mulai berproduksi pada 2030. Metanol yang dihasilkan nantinya akan menjadi bahan baku untuk proses industri berikutnya.
Selain proyek tersebut, pemerintah daerah juga menerima laporan dari Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengenai rencana investasi serupa di Kawasan Ekonomi Maloy dengan nilai sekitar Rp30 triliun.
Ardiansyah berharap proyek di kawasan tersebut segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.
“Artinya, dalam empat sampai lima tahun mendatang, Kutai Timur mendapatkan investasi yang cukup besar, sebesar Rp71 triliun. Mudah-mudahan ini menjadi peluang juga bagi serapan tenaga kerja kita di Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Ardiansyah mengatakan telah menginstruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kutim agar segera berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan terkait.
“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera melakukan komunikasi dengan perusahaan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal kita,” tegasnya.
Sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah, Ardiansyah memastikan bahwa Kutim tidak sekadar menuntut kuota pekerja, melainkan juga siap memfasilitasi peningkatan sumber daya manusia. “Kita siap untuk mendidik mereka menjadi tenaga kerja yang siap pakai.” pungkasnya (Fhanya/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


