Bupati Kutim Sebut Fokus P-APBD 2026 Fokus ke Enam Prioritas Pembangunan
- account_circle Redaksi Kaltim12
- calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama DPRD Kabupaten Kutai Timur resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah (Perda) pada Kamis (30/9/2026) malam.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya seluruh tahapan pembahasan anggaran tersebut. Ia menilai proses pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD berjalan sangat dinamis, mulai dari penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) hingga perincian nilai anggaran.
“Alhamdulillah, malam hari ini kita telah menyelesaikan tahapan yang terakhir terkait dengan perubahan anggaran dengan disepakatinya rancangan Perda APBD Perubahan menjadi Perda APBD Perubahan,” kata Ardiansyah usai menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama di Gedung DPRD Kutai Timur, Sangatta.
Ardiansyah mengakui sempat ada kekhawatiran terkait jadwal rapat paripurna yang disusun secara simultan akibat panjangnya proses pembahasan. Namun, setelah Sekretaris Dewan (Sekwan) berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mekanisme tersebut dipastikan tidak bermasalah selama seluruh tahapan prosedur tetap dijalankan.
Kepastian tersebut memberi kejelasan bagi jajaran Pemkab dan DPRD Kutim untuk merampungkan pembahasan tepat waktu. Atas penyelesaian anggaran ini, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kutim, khususnya anggota Banggar yang bekerja maraton hingga akhir.
Mengenai substansi perubahan anggaran, Ardiansyah menegaskan bahwa P-APBD 2026 memuat penambahan alokasi pada enam sektor pokok yang menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Semua signifikan karena yang kita sampaikan di dalam perubahan ini adalah bagaimana menyiapkan enam prioritas pembangunan. Ini akan ditambah pada anggaran perubahan, seperti peningkatan infrastruktur dan konektivitas, penguatan ekonomi, hingga sektor pangan,” ujar Ardiansyah. (Fhany/ADV/*)
- Penulis: Redaksi Kaltim12


