Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Sejak 1976 Berdiri, Bandara Uyang Lahai Masih Terkendala Landasan dan RBU

Sejak 1976 Berdiri, Bandara Uyang Lahai Masih Terkendala Landasan dan RBU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.kaltim12.com/,KUTIM – Harapan masyarakat pedalaman Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk menikmati akses transportasi udara yang lancar melalui Bandara Uyang Lahai hingga kini belum sepenuhnya terwujud.

Meski telah berdiri sejak 1976 dan diresmikan pada 19 September 2013, bandara yang berada di Kecamatan Kongbeng itu masih menghadapi kendala infrastruktur dan administrasi yang membuat operasionalnya belum optimal.

Bandara Uyang Lahai sejatinya digadang-gadang menjadi penghubung strategis bagi tiga kecamatan, yakni Kongbeng, Muara Wahau, dan Telen. Namun kondisi landasan yang belum diaspal atau dicor membuat aktivitas penerbangan sangat bergantung pada cuaca.

Setiap kali hujan turun, pesawat tidak dapat mendarat karena permukaan landasan yang masih berupa tanah menjadi licin dan berisiko. Akibatnya, jadwal penerbangan kerap tertunda bahkan dibatalkan.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, menyebut persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

“Kalau landasan ini sudah cor, saya yakin pasti tidak ada kendala. Misalnya gerimis pasti orang akan masuk di situ,” ujar Petrus saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Selasa (24/2/2026).

Saat ini, dari total panjang lahan sekitar 2.300 meter, baru 820 meter landasan yang terbangun. Itu pun belum dilapisi aspal atau beton sehingga belum memenuhi standar optimal untuk operasional penerbangan reguler.

Dengan kondisi tersebut, pesawat yang bisa mendarat pun terbatas pada tipe kecil dengan kapasitas delapan hingga sembilan penumpang. Padahal sebelumnya sempat ada pesawat dengan daya angkut hingga 18 penumpang yang beroperasi di bandara tersebut.

Menurut Petrus, jika landasan diperkeras, peluang pemanfaatan bandara akan jauh lebih besar, termasuk oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah pedalaman Kutim.

“Yang seharusnya ini bandara kita sudah dipakai, sudah dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan sekitar termasuk masyarakat yang beberapa kecamatan,” katanya.

Selain persoalan fisik landasan, pengurusan Register Bandar Udara (RBU) juga menjadi tantangan tersendiri. Dokumen tersebut merupakan syarat penting agar bandara dapat terintegrasi dalam sistem navigasi udara nasional.

Tanpa RBU, operasional penerbangan tidak dapat berjalan maksimal dan peningkatan status bandara sulit direalisasikan. Legalitas administrasi menjadi fondasi penting dalam pengembangan bandara perintis.

Bandara yang dinamai dari tokoh adat Dayak setempat ini memiliki nilai historis dan simbolis bagi masyarakat. Keberadaannya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat mobilitas warga di wilayah pedalaman.

Pemerintah kecamatan pun telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur hingga Kementerian Perhubungan guna mendorong percepatan pembangunan dan penyelesaian administrasi.

“Kita komunikasi dengan pihak kementerian, dan koordinasi dengan pihak Kabupaten Kutim juga. Kita akan bersama-sama,” pungkas Petrus.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wayang Orang Panorama Swarga Bara, Paduan Seni dan Ekonomi Kreatif

    Wayang Orang Panorama Swarga Bara, Paduan Seni dan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, terus berinovasi dalam mengembangkan potensi seni dan ekonomi kreatif. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kegiatan wayang orang yang digelar di kawasan Panorama, menjadi perpaduan antara seni, budaya, dan ekonomi masyarakat lokal. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan, kegiatan wayang orang ini tidak sekadar hiburan. […]

  • Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    Bukit Asalea, Magnet Wisata Baru Swarga Bara yang Menawan

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Swarga Bara di Kutai Timur kini memiliki daya tarik wisata alam baru selain Telaga Batu Arang, yakni Bukit Asalea. Dengan panorama alam yang indah dan suasana sejuk, bukit ini semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, meyakini bahwa Bukit Asalea memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi […]

  • Kawal Rencana Kerja 2025, Akbar Tanjung Tekankan Pentingnya Kehadiran OPD saat Paripurna

    Kawal Rencana Kerja 2025, Akbar Tanjung Tekankan Pentingnya Kehadiran OPD saat Paripurna

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Akbar Tanjung, memberikan atensi khusus terhadap dinamika rapat paripurna yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Dalam pandangannya, kehadiran fisik para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum resmi dewan merupakan hal yang […]

  • Bupati Menilai  Badan Bank Tanah Memperpanjang Alur Kepemilikan Tanah

    Bupati Menilai  Badan Bank Tanah Memperpanjang Alur Kepemilikan Tanah

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    SANGATTA. Program Tora (Tanah Objek reforma agraria) yang digaungkan pemerintah beberapa tahun lalu, ternyata bukan akhir dari proses kepemilikan tanah redisttribusi bagi masyarakat. Sebab, lahan Tora, masih masuk Badan Bank Tanah,  selama sepuluh tahun, baru sertifikatnya diberikan pada masyarakat, jika memang benar-benar digarap kontinyu. Dengan proses yang masih panjang, tak salah, dalam rapat koordinasi  gugus […]

  • Titik Terang Bandara Komersial Kutai Timur di Tanjung Bara

    Titik Terang Bandara Komersial Kutai Timur di Tanjung Bara

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kitai Timur – Rencana memiliki bandara komersial di Kutai Timur (Kutim) kini semakin mendekati kenyataan. Titik terang ini muncul setelah PT Kaltim Prima Coal (KPC) memberikan persetujuan penggunaan Bandara Tanjung Bara untuk penerbangan umum. Hal ini menandai pergeseran fokus Pemerintah Kabupaten dari rencana pembangunan Bandara Sangkima. Meski persetujuan telah didapatkan, Bandara Tanjung Bara masih membutuhkan […]

  • Dinkes Gelar HKN Ke-61 : Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Melalui Berbagai Kegiatan

    Dinkes Gelar HKN Ke-61 : Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan Melalui Berbagai Kegiatan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berlangsung meriah, ditutup dengan puncak acara yang sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan pelayanan publik sejak 1 November 2025. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa peringatan HKN tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, namun mengutamakan layanan kesehatan yang langsung […]

expand_less