Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » DPRD Kutai Timur Dorong Perda Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani untuk Genjot Ekonomi Non-Tambang

DPRD Kutai Timur Dorong Perda Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani untuk Genjot Ekonomi Non-Tambang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) menegaskan fokusnya pada penguatan sektor ekonomi non-tambang melalui pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Langkah ini masuk dalam prioritas Propemberda 2026 sebagai upaya strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Gerindra, David Rante, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menitikberatkan pada penentuan dan pertumbuhan sektor pangan, yang dianggap krusial bagi keberlangsungan daerah.

“Di Propemberda 2026, kami melihat ada beberapa rancangan yang diajukan pemerintah dan inisiatif dewan, yang memang pemerintah diberatkan pada penentuan dan pertumbuhan. Yang pertama soal ketahanan pangan. Kita buat itu bagaimana supaya ini ditingkatkan dan itu kita buatkan regulasinya”, ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Lebih lanjut, David menjelaskan bahwa inisiatif regulasi ini tidak hanya menyentuh aspek ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan payung hukum dan dukungan bagi para pelaku di sektor tersebut. Raperda kedua yang didorong adalah mengenai perlindungan bagi petani.“Kami juga memikirkan perlindungan bagi petani yang memang bergelut di ketahanan pangan. Itu juga kita buatkan supaya apa? Supaya mereka sungguh-sungguh bisa survive dalam melakukan kegiatan-kegiatan untuk peningkatan ketahanan pangan,” tegasnya.

Perlindungan yang dimaksud bukan sebatas BPJS, melainkan mencakup penunjang-penunjang yang memastikan petani dapat bekerja secara optimal. David Rante menambahkan bahwa fokus ini sejalan dengan visi misi pemerintah daerah untuk mencapai swasembada pangan.

“Kita fokus di situ karena salah satu program untuk bisa kita survive dalam soal kebutuhan pangan, itu ya itu. Paling kurang kita di Kutai Timur bisa memenuhi kebutuhan kita sendiri,” tutup David. (Adv/DPRD)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abadikan Tradisi Lokal, Disdikbud Kutim Inisiasi Penulisan Tiga Buku Sejarah‎

    Abadikan Tradisi Lokal, Disdikbud Kutim Inisiasi Penulisan Tiga Buku Sejarah‎

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    ‎Kutai Timur, – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah masif dalam menyelamatkan warisan sejarah dan tradisi lokal. Disdikbud Kutim resmi menginisiasi penyusunan tiga buku sejarah daerah berstandar akademis guna memastikan rekam jejak perjalanan budaya Kutai Timur terdokumentasikan secara permanen dan tidak hilang ditelan zaman.‎‎Inisiasi tersebut diawali melalui Seminar Laporan Pendahuluan […]

  • PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    PSU Pilbup Mahakam Ulu di Pedalaman Berjalan Aman dan Tertib

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mahakam Ulu – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mahakam Ulu di Kampung Noha Silat, Kecamatan Long Apari, berlangsung aman dan tertib, Sabtu pagi (24/5/2025). Warga menunjukkan partisipasi aktif dalam proses demokrasi yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan Linmas setempat. Sejak pukul 08.30 WITA, personel gabungan telah bersiaga di lokasi. […]

  • Padi Apung Jadi Solusi Pertanian di Lahan Rawa dan Tergenang

    Padi Apung Jadi Solusi Pertanian di Lahan Rawa dan Tergenang

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Teknologi padi apung kini mulai diperkenalkan sebagai solusi alternatif untuk petani di wilayah Kutai Timur yang memiliki lahan berair dan sulit dicetak menjadi sawah konvensional. Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan bahwa teknologi ini menjadi jawaban bagi petani di daerah rawan banjir agar tetap bisa menanam padi.“Padi apung […]

  • BI Dukung Modernisasi Pertanian di Kutim Lewat Bantuan Alat Mesin

    BI Dukung Modernisasi Pertanian di Kutim Lewat Bantuan Alat Mesin

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui kerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, lembaga keuangan negara itu menyalurkan bantuan berupa alat mesin pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani. Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, mengatakan, […]

  • Lahan Capai 4.220 Hektare, Kakao Jadi Potensi Perkebunan Unggulan Baru di Kutim

    Lahan Capai 4.220 Hektare, Kakao Jadi Potensi Perkebunan Unggulan Baru di Kutim

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Selain potensi sawit, yang sudah mendunia Kutai Timur (Kutim) juga ternyata punya potensi perkebunan lain yang cukup menjanjikan, seperti Kakao. Kepala Dinas Perkebunan, Arief Nur Wahyuni , SPM.SC, pada sejumlah awak media belum lama ini, mengatakan bahwa di beberapa wilayah di Kutim saat ini sudah dikembangkan tanaman kakao, seperti di Kecamatan Karangan, Kaubun […]

  • Kadis P3A Kutim Ingatkan OPD: Anggaran Adil adalah Amanah yang Dipertanggungjawabkan

    Kadis P3A Kutim Ingatkan OPD: Anggaran Adil adalah Amanah yang Dipertanggungjawabkan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Kepala DP3A Kutai Timur, Idham Kholid, mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah mengenai pentingnya prinsip keadilan dalam pengalokasian anggaran. Idham menegaskan bahwa anggaran daerah bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan, melainkan amanah dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan secara moral. “Kita biasanya takut pada inspektorat, pada pemeriksa. Tapi pernahkah kita berpikir apakah anggaran kita […]

expand_less