Breaking News
light_mode
Beranda » Kaltim » Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

Puteri Pelajar Indonesia Tekankan Pendidikan Setara Berbasis Budaya di Era Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

www.kaltim12.com/,SAMARINDA – Puteri Pelajar Indonesia, Naeva Zahirah, menyoroti masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Melalui advokasi bertajuk Nusantara Berbudaya, ia mendorong terwujudnya pendidikan yang setara sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya sejak usia dini.

Naeva menyampaikan, perbedaan fasilitas pendidikan masih menjadi tantangan nyata. Siswa di wilayah perkotaan umumnya menikmati sarana belajar yang lebih memadai, mulai dari kondisi bangunan sekolah, ketersediaan buku, hingga akses internet. Sebaliknya, di sejumlah daerah pedesaan, siswa masih harus menempuh jarak jauh untuk bersekolah dan belajar dengan fasilitas yang terbatas.

Kesenjangan tersebut tercermin dalam capaian pendidikan. Berdasarkan data tahun 2023, tingkat penyelesaian pendidikan menengah atas di wilayah pedesaan tercatat sebesar 27,98 persen, jauh tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan yang mencapai 49,16 persen. Menurut Naeva, angka tersebut menunjukkan masih adanya hambatan struktural yang dihadapi anak-anak di daerah dalam memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Data ini menjadi pengingat bahwa pemerataan pendidikan belum sepenuhnya tercapai,” ujar Naeva, Rabu (14/1/2026) .

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Naeva menggagas Nusantara Berbudaya, sebuah program yang mengintegrasikan pendidikan formal dengan pembelajaran berbasis budaya. Program ini dirancang agar dapat diterapkan baik di desa maupun di kota, dengan pendekatan yang inklusif dan kontekstual.

Melalui Nusantara Berbudaya, siswa diajak mengikuti kegiatan literasi berbasis cerita rakyat serta pembelajaran seni tradisional, seperti tari, musik, dan nyanyian daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia.

Naeva menilai penguatan pendidikan yang berpijak pada budaya menjadi semakin penting seiring pembangunan Nusantara sebagai ibu kota baru. “Pendidikan yang setara dan berakar pada budaya akan menjadi fondasi bagi generasi masa depan Indonesia,” katanya.

Ia berharap, inisiatif tersebut dapat mendorong kolaborasi berbagai pihak agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.

Loading

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pisang Kepok Grecek Jadi Komoditas Unggulan Nasional dari Kutim

    Pisang Kepok Grecek Jadi Komoditas Unggulan Nasional dari Kutim

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Salah satu komoditas hortikultura yang kini menjadi kebanggaan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) adalah pisang kepok grecek. Buah khas daerah ini telah ditetapkan sebagai produk unggulan nasional oleh Kementerian Pertanian sejak tahun 2015, dan kini terus dikembangkan sebagai bagian dari program hilirisasi sektor pertanian daerah. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan […]

  • DPRD Kutai Timur Dorong Perda Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani untuk Genjot Ekonomi Non-Tambang

    DPRD Kutai Timur Dorong Perda Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani untuk Genjot Ekonomi Non-Tambang

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) menegaskan fokusnya pada penguatan sektor ekonomi non-tambang melalui pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang berfokus pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Langkah ini masuk dalam prioritas Propemberda 2026 sebagai upaya strategis untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Anggota DPRD Kutai Timur dari Fraksi Gerindra, […]

  • Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    Separuh dari Proyek MYC Kutim Difokuskan untuk Peningkatan Jalan Antar Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan berskala besar. Dalam rancangan Multi Years Contract (MYC) periode 2026–2028, sekitar setengah dari total 32 proyek diarahkan khusus untuk peningkatan dan pembangunan jalan baru. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa terdapat […]

  • Karst Sangkulirang-Mangkalihat Terancam Ekspansi Tambang, Komunitas Kutim Minta Status UNESCO Dipercepat

    Karst Sangkulirang-Mangkalihat Terancam Ekspansi Tambang, Komunitas Kutim Minta Status UNESCO Dipercepat

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Kekhawatiran terhadap potensi kerusakan lingkungan di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat kian menguat. Sejumlah komunitas pecinta alam di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendesak pemerintah agar mempercepat pengakuan kawasan tersebut sebagai UNESCO Global Geopark. Bentang karst Sangkulirang-Mangkalihat yang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terbesar di Kalimantan dinilai berada dalam posisi rawan. Beberapa segmen wilayahnya disebut […]

  • Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    Kebutuhan Daging Sapi Masih Dipasok dari Luar Kutim

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – Kebutuhan daging sapi di Kutai Timur pada umumnya mengandalkan pasokan dari wilayah lain yakni Pulau Jawa dan Sulawesi. Kenyataan ini tidak dapat dipungkiri, mengingat jumlah suplai sapi di Kutim mencapai 5.000 ekor pertahunnya. Kemampuan peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan konsumsi daging pertahunnya mencapai hanya dikisaran angka 25 persennya saja. Tentu upaya agar […]

  • Tak Satu Pun Berizin, 63 THM Ilegal Beroperasi di Kutim

    Tak Satu Pun Berizin, 63 THM Ilegal Beroperasi di Kutim

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/,KUTIM – Maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi tanpa izin resmi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Berdasarkan data terbaru, tercatat 63 THM ilegal masih aktif beroperasi di berbagai kecamatan tanpa mengantongi izin operasional dari pemerintah daerah. Persoalan ini mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang […]

expand_less