Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Kekeringan Landa Kutai Timur, DTPHP Akui Sumber Air Jadi Persoalan Utama Petani

Kekeringan Landa Kutai Timur, DTPHP Akui Sumber Air Jadi Persoalan Utama Petani

  • account_circle Redaksi Kaltim12
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

‎Kutai Timur, – Petani Kutai Timur menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan yang melanda dalam sebulan terakhir, seiring dampak perubahan iklim yang dirasakan langsung oleh sektor pertanian daerah tersebut.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur Purno Edi mengatakan, laporan kekeringan telah diterima dari sejumlah kelompok tani yang baru saja melakukan masa tanam, salah satunya di kawasan Teluk Pandan.

‎”Baru tanam, kemarin tanam bersama, habis itu sudah kekeringan, itu kasihan banget, kasihan. Jadi kita memang risikonya risiko gagal itu cukup tinggi,” kata Purno Edi saat ditemui di ruang kerjanya,Senin (31/8/2026).

‎Ia menjelaskan, tanaman yang baru memasuki masa tanam membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mendukung fase pertumbuhan awal. Kekeringan yang terjadi sejak sebulan pertama masa tanam dinilai meningkatkan risiko kegagalan produksi secara signifikan.

‎”Kalau setelah tanam itu memang butuhnya untuk pertumbuhan terlebih dahulu, tapi kalau dari awal ini di satu bulan pertama ini kering, ini kita juga berisiko gagal panen,” ujarnya.

‎Purno Edi menyebut, laporan serupa juga diterima dari kelompok tani di Kecamatan Bengalon. Sebagai respons, DTPHP telah mendistribusikan bantuan pompa air dari pemerintah pusat dan daerah kepada petani terdampak. Namun, ia menegaskan persoalan utama bukan pada keterbatasan sarana, melainkan pada minimnya sumber air akibat kemarau berkepanjangan.

‎”Sekarang pertanyaannya bukan masalah pompa airnya atau sarananya, tapi sumber airnya,” terangnya.

‎Ia menambahkan, pihaknya tengah menjajaki kolaborasi dengan sejumlah pihak swasta guna memitigasi risiko gagal panen, mengingat faktor alam sulit dikendalikan sepenuhnya. Ia turut menyinggung upaya rekayasa cuaca yang sempat dilakukan pemerintah provinsi, namun dinilai belum mampu mengatasi persoalan kekeringan secara menyeluruh.

‎Terkait keberadaan embung yang sebelumnya dibangun sebagai antisipasi kekeringan, Purno Edi mengakui fasilitas tersebut belum sepenuhnya efektif di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, karena sumber air embung juga bergantung pada curah hujan.

‎”Kemampuan manusia kembali ke kemampuan, dan dengan faktor alam ini akan berbeda,”pungkasnya (fhani/ADV)

‎

‎

  • Penulis: Redaksi Kaltim12

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Koral Alami Kecelakaan di Bengalon

    Diduga Rem Blong, Truk Bermuatan Koral Alami Kecelakaan di Bengalon

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Kutim – Satlantas Polres Kutai Timur (Kutim) telah melakukan penanganan di lokasi kejadian Kecelakaan lalu lintas di kawasan Jembatan Narut, RT 16, Dusun Sekurau Baru, Desa Persiapan Sekurau Atas, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (2/9/2026). Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit truk Hino 10 roda berwarna hijau dengan nomor polisi DA 8945 KK. Kendaraan diduga […]

  • Pemkab Kutim Gencarkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Anggaran Rp352 Juta Disiapkan

    Pemkab Kutim Gencarkan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Anggaran Rp352 Juta Disiapkan

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menggenjot pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai bagian dari program strategis nasional. Langkah ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membahas rencana pembentukan koperasi di 141 wilayah, terdiri dari 139 desa dan 2 kelurahan. […]

  • Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

    Pisang: Komoditas Unggulan Baru di Kaliorang, Siap Geser Dominasi Sawit

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kutai Timur – Di tengah dominasi perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Kaliorang, Kutai Timur, kini menyoroti potensi besar lain di sektor hortikultura: pisang. Komoditas ini tumbuh menjadi harapan ekonomi baru, memberikan prospek menjanjikan bagi banyak warga. Camat Kaliorang, Rusmono, mengungkapkan bahwa luas lahan pisang di wilayahnya telah mencapai sekitar 500 hektare. Ia bahkan menyebut Kaliorang sebagai […]

  • Bupati Running Fest 2026 Berakhir, Ardiansyah Janjikan Half Marathon Tahun Depan

    Bupati Running Fest 2026 Berakhir, Ardiansyah Janjikan Half Marathon Tahun Depan

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Kaltim12
    • 0Komentar

    Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman resmi menutup rangkaian Bupati Running Fest 2026 yang diikuti sebanyak 2.583 pelari dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Penutupan berlangsung di kawasan Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (27/9/2026) pagi. Bupati Running Fest 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Kids Dash, 5K Pelajar, 5K Umum, serta 10K […]

  • Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    Topang Kesiapan Sail Sangkulirang Lewat Rembug Budaya

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    www.kaltim12.com/, Sangatta – “Kesiapan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Dalam Rangka Partisipasi Kegiatan Sail Sangkulirang 2024”, merupakan tema acara Rembug Budaya 2022 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kutim pada Rabu (9/11/2022) di Teras Belad. Plt Kepala Dinas Kebudayaan M Rodiansyah menerangkan, kegiatan ini penting dilaksanakan agar terjadi kesiapan yang matang saat nantinya Sail Sangkulirang […]

  • SILPA 2022 di Dinas Pendidikan Capai MIlliaran Rupiah

    • calendar_month Jumat, 28 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SANGATTA – Kepala dinas Pendidikan Kutai Timur Mulyono mengakui anggaran dinas pendidikan Kutim tahun 2022 terjadi  Sisa Alokasi Penggunaan Anggaran (SILPA). Hal itu dikatakan mantan camat Rantau Pulung ini saat di temui di ruang kerjanya pada Kamis (18/05/2023) lalu. Dikatakan SILPA di dinas pendidikan terbesar di belanja pegawai seperti pembayaran gaji guru, insentif pegawai dan […]

expand_less