Eks Tambang Jadi Ikon Wisata: Desa Swarga Bara Kembangkan Telaga Batu Arang
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kutai Timur – Desa Swarga Bara, Kutai Timur, tengah serius mempersiapkan pengembangan Telaga Batu Arang, sebuah kawasan bekas tambang yang kini bertransformasi menjadi danau memukau dengan panorama eksotis. Pemerintah desa meyakini, potensi unik ini dapat diangkat sebagai ikon wisata baru yang mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan pihaknya adalah mengajukan permohonan resmi agar lahan bekas operasi pertambangan tersebut dapat diserahkan dan dikelola sepenuhnya oleh pemerintah desa.
“Kami sudah bersurat ke pihak perusahaan untuk dapat memanfaatkan lahan bekas tambang di wilayah ini sebagai kawasan wisata,” kata Wahyuddin, Minggu (9/11/2025)
Ia menambahkan bahwa Telaga Batu Arang bukan hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah, tetapi juga mengandung nilai sejarah penting.
Menurutnya, kawasan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang industri tambang di Kutai Timur. Oleh karena itu, desa bertekad menjadikannya sebagai destinasi wisata edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat belajar dari sejarah, bahwa bekas tambang sekalipun bisa disulap menjadi tempat yang indah, bermanfaat, dan memiliki nilai edukasi,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Desa Swarga Bara telah menyusun rencana penataan kawasan. Fokus utamanya adalah melengkapi Telaga Batu Arang dengan fasilitas dasar yang menunjang kenyamanan dan keamanan pengunjung. Fasilitas yang direncanakan meliputi pembangunan jalan setapak, gazebo, dan area parkir yang memadai.
Wahyuddin menegaskan bahwa konsep wisata yang diusung akan tetap berbasis pada pelestarian dan tidak akan mengubah lingkungan secara drastis.
“Kami tidak ingin mengubahnya secara ekstrem. Penataan yang dilakukan hanya sebatas agar kawasan ini menjadi lebih nyaman dan aman bagi para pengunjung,” tutup Wahyuddin.(Adv/Kominfo)
![]()
- Penulis: Redaksi


